Halo Sahabat baca, jumpa lagi dengan Kak Agus. Pada kesempatan kali ini, Kakak akan memaparkan tentang Rumah Belajar. Mungkin beberapa dari kalian sudah mengenal tentang Rumah Belajar. Nah, bagi yang belum tahu, yuk kita simak pemaparan berikut.
Apa sih Rumah Belajar itu?
Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang berisi beragam bahan ajar yang dapat diakses baik oleh guru maupun siswa mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK.
Rumah Belajar memiliki beberapa fitur yang dapat dimanfaatkan untuk membuat pembelajaran menjadi lebih bervariasi dan menarik. Nah, apa saja fitur-fitur tersebut?
Berikut adalah beberapa fitur utama dan fitur pendukung dari Rumah Belajar.
A.FITUR UTAMA
1) Sumber Belajar
Sumber Belajar merupakan salah satu fitur Rumah Belajar yang menyajikan beragam bahan ajar sesuai kurikulum yang dapat diakses baik oleh siswa maupun guru.
2) Kelas Maya
Kelas Maya merupakan fitur Rumah Belajar yang berupa kelas online yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi pembelajaran secara daring antara guru dan siswa.
3).Bank Soal
Bank Soal merupakan salah satu fitur Rumah Belajar yang berisi kumpulan soal dan latihan yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi. Selain terdapat kumpulan soal yang sudah tersedia, pada fitur ini, guru pun dapat membuat soal sendiri lho.
4) Laboratorium Maya
Laboratorium Maya atau Lab Maya merupakan fitur Rumah Belajar dimana para siswa dan guru dapat melakukan pratikum secara online yang dikemas secara interaktif dan menarik. Selain itu, fitur ini juga menyediakan teori pratikum dan lembar kerja maupun latihan soal terkait pratikum yang dilakukan.
B. FITUR PENDUKUNG
Nah selain empat fitur utama tadi, Rumah Belajar juga memiliki beberapa fitur pendukung antara lain:
Demikian pemaparan kakak tentang portal Rumah Belajar. Jangan lupa sahabat kunjungi portal Rumah Belajar di alamat https://belajar.kemdikbud.go.id/ dan sahabat dapat manfaatkannya secara gratis. Dengan Rumah Belajar sahabat dapat Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.
Berikut ini adalah video fitur-fitur yang ada pada portal rumah belajar, yuk kita simak bersama.
Berikut ini adalah video ulasan penggunaan fitur pada portal rumah belajar, yuk kita simak bersama.
Kenalan yuk dengan para Duta Rumah Belajar Nasional Provinsi Bali dan Sahabat Rumah Belajar Bali 2020. Sahabat Rumah Belajar adalah 30 besar peserta yang telah melalui tahapan seleksi dari Level I hingga Level III PembaTIK 2020. Dan sekarang tiba saatnya kami berada di Level IV, yaitu Level Berbagi.
Tulisan berikut ini adalah uraian singkat tentang materi yang didapat dari Kuliah Umum PembaTIK Level 4 hari ini dari narasumber yang luar biasa hebat, yaitu Wicaksono (@ndorokakung)
"Kiat Membangun Media Sosial Pribadi yang Sukses"
Mengapa Media Sosial ?
Media sosial yang biasa kita gunakan adalah youtube, istagram, facebook, twiter dan yang sedang populer saat ini adalah tiktok. Berdasarkan data terakhir yang diperoleh pada januari 2020 tercatat dari 272,1 juta pendudukan Indonesia ternyata lebih dari separuhnya yaitu 64% penduduk Indonesia adalah pengguna akses internet. Jika dihitung ada sejumlah 175,4 juta penduduk Indonesia yang aktif sebagai internet users. Apalagi jika kita melihat situasi saat ini yang masih dalam masa pandemi, dan banyak kegiatan - kegiatan yang dilakukan secara online dari sekolah online, kuliah on line, webinar, wisuda, hingga yang paling hangat menjadi perbincangan dan sempat viral adalah ospek on line. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan media sosial berkembang sangat pesat.
Berdasarkan data pula, yang menarik adalah dari 175,4 juta orang indonesia yang mengakses internet terdapat 59% nya atau sejumlah 160 juta orang memiliki akun dan aktif di media sosial. Tentu dapat dibayangkan satu diantara dua orang indonesia ternyata memiliki media sosial. Nah dengan melihat data ini dapat kita katakan bahwa media sosial aadalah salah satu medium yang sangat populer di Indonesia. Selain itu dari sekian banyaknya pengguna internet di Indonesia ternyata 98% nya mengakses internet melalui handphone baik dengan smartphones maupun dengan feature phones dengan rata - rata lama mengakses internet dalam sehari dengan smartphone nya adalah 4 jam 46 menit, bahkan adalah yang lebih lama. Selain menggunakan smartphone tentunya ada juga yang mengakses internet dengan gadget/gawai lainnya seperti tablet atau laptop rata - rata 7 jam 59 menit perhari, dimana 3 jam setengahnya digunakan untuk menggunakan media sosial. Jika dicari data kelompok umur pengguna media sosial di Indonesia ternyata penduduk indonesia yang berumur 18 - 34 tahun mendominasi pengunaan media sosial di Indonesia. Artinya bahwa kebanyakan interaksi yang terjadi di media sosial adalah interaksi dari kelompok umur ini. Sedangkan kelompok umur di atas 34 tahun jarang mengakses media sosial karena informasi yang dibagikan di media sosial belum dapat menarik minat dan perhatian kelompok umur ini. Dengan demikian berdasarkan data kelompok umur ini kita bisa menyesuaikan konten - konten yang kita buat agar dapat juga dikonsumsi sesuai dengan kelompok umurnya. Hal ini penting membangun media sosial yang sukses. Jadi mengenali audiens adalah salah satu kunci kesusksesan membuat media sosial. Data pun menunjukkan bahwa youtube sebagai platform media sosial yang paling populer indonesia, diikuti oleh facebool dam instagram. Youtube dapat populer karena menyediakan audio dan visual dalam penyajiannya, dimana pengguna media sosial sangat menyukai informasi yang disajikan dalam audio maupun visual. Data - data ini menunjukkan bahwa media sosial sangatlah populer di Indonesia. Media sosial digunakan untuk berbagai keperluan seperti untuk sumber informasi (kemacetan, bencana alam, berita, dst), ada juga yang menggunakan untuk berjualan, untuk belajar dst. Intinya media sosial ini adalah tempat di mana orang -orang menggunakannnya sebagai media. Dimana orang -orang menyebutnya "We are the Media". Artinya pengguna media sosial sekarang ini tidak hanya mengkonsumsi konten media sosial, tetapi juga memproduksi konten media sosial. Jadi selain sebagai konsumen juga sebagai produsen.
Bagaimana membangun media sosial yang sukses ? Apa sajakah faktor yang mempengaruhi kesusksesan suatu media sosial ?
Elemen Penting dalam mengembangkan sosial media ada 2, yaitu Strategi Konten dan Pemasaran
Elemen 1 : Stategi konten
1. Memilih platform
2. Optimasi bio
3. Produksi menulis foto, video, dan infografik
4. Penjadwalan posting
5. Penyesuaian dengan algoritma
6. Pemanfaatan tanda pagar
Elemen 2 : Pemasaran
1. Membangun personal branding
2. Optimasi akun media sosial
3. Optimasi website/blog (SEO)
4. Iklan
5. Email
6. Kolaborasi (affiliate)
10 Kiat Sukses Membangun Media Sosial
1. Tetapkan tujuan yang masuk akal
membuat 10 siswa mahir bahasa inggris tingkat dasar dalam 6 bulan lewat instagram
2. Menemukan target konsumen
Pilih secara spresifik konsumen media sosial anda
3. Jadilah diri anda sendiri
Setiap orang berbeda, jadilah pribadi yag memiliki ciri khas dan unik
4. Cari Jejaring, bukan Pengikut
Bukan jumlah pengikut yang penting, tetapi jejaring dan tingkat pelibatannya
5. Membuat jadwal editorial
merencanakan jadwal penerbitan konten secara teratur akan melatih kedisiplinan
6. Fokus membantu orang lain
Buatlah konten yang memberi solusi, jawaban, membantu orang meyelesaikan masalah
7. Berinteraksi dengan khalayak
Media sosial bukan koran dinding, tapi ruang percakapan publik
8. Berkreasi dengan konten visual
Manusia pada umumnya lebih mudah memahami materi visual foto adalah sejuta kata
9. Buatlah kehadiran anda diketahui umum
mempunyai lebih dari satu akun media sosial, rajin promosi akun dan bersilaturahmi digital
10. Selalu aktif
Akun media sosial bukan kebutuhan. Produksi dan untuk konten secara teratur.
video lengkapnya dapat di cek di https://youtu.be/O4mcQeG--Ew
Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia
Tulisan berikut ini adalah uraian singkat tentang materi yang didapat dari Kuliah Umum PembaTIK Level 4 hari ini dari narasumber yang luar biasa hebat, yaitu Asma Nadia (Kiat Menyusun Penulisan yang Menarik)
"Menulis itu berjuang dan perjuangan tidak mengenal kata selesai , maka mudah - mudah proses kreatifitas terus bergulir dan karena menulis itu berjuang dan karena menulis itu tulisan kita akan abadi jangan pernah menulis sesuatu yang akan kita sesali", kata Asma Nadia
Penulis adalah salah satu profesi yang tidak dikriminatif, karena tidak melihat fisik sang penulis sebagai persyaratan. Saat mengajukan sebuah tulisan tidak pernah ditanyakan berapa tinggi badannya,mengirimkan foto nampak samping ataupun dokumen - dokumen lain yang menonjolkan fisik seseorang. Dengan demikian semua orang bisa menjadi penulis. Profesi ini juga memiliki fleksibilitas waktu dan tempat karena bisa dikerjakan kapanpun,bisa pada pagi hari, siang hari ataupun malam hari serta tidak wajib dikerjakan di kantor atau dalam ruangan.
Penulis bisa dikatakan sebagai profesi yang kerjanya satu kali. Artinya satu ide tulisan dapat dikerjakan hanya satu kali,namun kemudian tulisan tersebut dapat dikirimkan ke beberapa media (koran, majalah, penerbit buku, maupun media cetaknya lainnya) untuk diterbitkan maupun dicetak. Sehingga bisa dibayangkan jika masing - masing media tersebut mengapresiasi tulisan kita dengan memberikan honor, tentunya akan berlipat meskipun ide tersebut hanya dikerjakan satu kali di awal. Belum lagi jika ide tulisan kita diminati oleh sutradara untuk dibuatkan film atau sinetron. Tentu saja ini menjadi daya tarik sendiri bagi kita.Kerjanya cukup satu kali tapi kebermanfaatan nya dapat berkali - kali.Selain itu melalui menulis dapat membuat tulisan kita menjadi abadi sepanjang masa dan bisa dibaca oleh anak cucu kita.
Perlukah Bakat untuk menulis?
Asma Nadia adalah seorang penulis ternama di negeri kita. Namun Mbak Asma pun merasa dan menyadari bahwa dirinya tidak punya bakat sebagai profesi penulis.Menurut Mbak Asma, ternyata dalam menjalani profesi sebagai penulia hanya diperlukan 5% bakat, 90 % Kerja keras, dan 5% keberuntungan. Tentu ini menunjukkan bahwa bakat bukanlah faktor utama.keberhasilan seorang penulis dan semua orang bisa menjadi penulis asal mau bekerja keras dan terus berlatih. Sisanya yang 5% adalah keberuntungan. Dalam hal ini bisa saja beruntung karena kenal terlebih dahulu dengan penerbit,sehingga dengan memperbanyak berdiskusi dan aktif dalan komunitas penulis tentu akan membantu kita untuk menjadi penulis.
Motivasi Vs Teknik
Seringkali muncul pertanyaan, bagaimana cara untuk menumbuhkan motivasi untuk menulis?Untuk menjawabnya kita harus bisa terlebih dahulu menemukan alasan yang kuat untuk menulis.Apakah alasan mu,mengapa ingin menulis?
dengan kita menemukan alasan untuk menulis, maka itu akan menjadi motivasi kita untuk mencari segala cara untuk dapat menyelesaikan tulisan, apa pun kendalanya.Menurut Mbak Asma, "tidak ada orang malas yang ada adalah orang yang tidak termotivasi"
Bagi Mbak Asma alasan terkuatnya untuk menulis adalah ingin membahagiakan ibunya, karena ibu nyalah yang selalu menemaninya sedari kecil saat ia sedang berjuang saat sakit,bahkan Mbak Asma sampai tidak bisa menyelesaikan helar sarjananya karen sakit. Dan selama ia berjuang dengan sakitnya, ibunya selalu ada untuknya.Oleh sebab itu Mbak Asma berupaya untuk membuat Ibunya bangga dan bahagia dengan membuat karya-karya tulisan.
Menurut Mbak Asma, menulis bagi saya adalah Bukan sekedar ide bagus, Berawal dari keresahan dan Buku/tulisan sebagai kebutuhan bukan hiburan waktu luang. Salah satu cara untuk mencari ide adalah dengan cara melihat koran, dalam koran itu terdapat banyak sekali frame peristiwa berita yang bisa kita buatkan dalam cerita fiksi. Menulis bagi Mbak Asma adalah "salah satu investasi akhirat saya selamaa saya ikhlas melakukannya"
Menulis = keterampilan
Keterampilan = bisa dipelajari
Jadi jangan takut untuk memulai menulis, karena menulis adalah keterampilan bukan sepenuhnya bakat, jadi dengan banyak berlatih maka kita dapat menulis.Latihan menulis termudah adalah dengan cara mengungkapkan perasaan kita ke dalam sebuah tulisan, mengungkapkan pengalaman cerita kita yang senang maupun sedih ke dalam tulisan.
Kunci tulisan menarik
1) Ide
-Baru
-Dekat dengan Pembaca
2)Teknik Penyajian
-Judul merupakan awal yang membuat seseorang untuk tertarik (gerbang pintu masuk)
-Konflik yang kuat (nyawanya sebuah cerita)
-Setting (latar waktu dan latar tempat yang menguatkan tulisan kita)
-Penokohan menarik (banyak membaca untuk menemukan tokoh - tokoh yang menarik dan bervariasi)
-Bentuk cerita
-Ending yang berkesan (pastikan memberikan ending yang terbaik, berkesan dan diingat dari tulisan yang dibuat) tips triknya adalah amati cara penulis - penulis menutup ceritanya
video lengkapnya dapat di cek di https://youtu.be/KumcKKyoMuM
Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia
Hari raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan) sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
Hari raya Kuningan adalah hari raya yang dirayakan umat Hindu Dharma di Bali. Perayaan ini jatuh pada hari Saniscara (Sabtu), Kliwon, wuku Kuningan. Hari raya ini dilaksanakan setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali (1 bulan dalam kalender Bali = 35 hari). Sepuluh hari setelah hari raya Galungan. Kata Kuningan memiliki makna "kauningan" yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya.
Om Swastyastu,
Kami keluarga besar Rumah Belajar Provinsi Bali mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada tgl 16 September 2020 dan tgl 26 September 2020. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa memberikan kerahayuan dan kerahajengan untuk semesta dan isinya.
Tulisan berikut ini adalah uraian singkat tentang materi yang didapat dari Kuliah Umum PembaTIK Level 4 hari ini dari narasumber yang luar biasa hebat, yaitu Iwan Syahril (Kebijakan Pendidikan terkait Guru dan Tenaga Kependidiikan)
"Kebijakan Pendidikan terkait Guru dan Tenaga Kependidiikan"
“Berdasarkan konsep dari Bapak Pendidikan kita Ki Hajar Dewantara, anak lahir diumpamakan sebagai sehelai kertas yang sudah ditulisi penuh, namun tulisan tersebut masih suram. Hal ini menunjukkan bahwa para siswa pada dasarnya telah memiliki kepribadian yang tidak dapat dirubah, namun dapat diarahkan dan dibentuk melalui pendidikan yang baik. Siswa yang berwatak pemarah tidak akan bisa dirubah wataknya, namun melalui pendidikan siswa tersebut dapat dilatih untuk mampu mengendalikan amarahnya. Pendidikan hanya ‘tuntunan’ di dalam hidup tumbuhnya anak – anak. Hidup tumbuhnya anak – anak itu terletak di luar kecakapan atau kehendak kita kaum pendidik. Anak – anak itu sebagai makhluk, manusia dan benda hidup, sehingga mereka hidup dan tubuh menurut kondratnya sendiri. Kita kaum pendidik hanya dapat menunutun agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuh anak – anaknya.”
video lengkapnya dapat di cek di: https://youtu.be/0A3z1UqohXM
Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia
Tulisan berikut ini adalah uraian singkat tentang materi yang didapat dari Kuliah Umum PembaTIK Level 4 hari ini dari narasumber yang luar biasa hebat, yaitu Charles Bonar Sirait (Kiat Sukses Berkomunikasi) dan Butet Manurung (Motivasi bagi Para Pendidik)
"Kiat Sukses Berkomunikasi dan Motivasi bagi Para Pendidik"
“Sebuah pesan akan efektif tersampaikan jika disampaikan oleh orang yang berpengaruh. Orang yang berpengaruh bukan hanya orang yang popular tetapi juga orang yang berkompeten. Percuma saja popular namun tidak kompeten, karena akan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan si penerima pesan. Untuk itu penting bagi seorang Guru untuk bisa menyeimbangkan atara kompetensi dan popularitas di mata siswa agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara baik dan efisien.”
“Siswa – siswa di Sekolah Rimba belajar baca tulis dan berhitung dengan tujuan agar tidak dibohongi oleh orang – orang yang berupaya merenggut hutan mereka. Mereka selalu bersifat pragmatis, yang artinya mereka mau belajar jika mereka memang benar – benar merasakan kebermanfaatan dari hasil belajar mereka. Mereka hanya mau belajar sesuatu hal yang memang dibutuhkan oleh mereka untuk hari ini tidak perduli untuk hari-hari berikutnya. Untuk itu pembelajaran di Sekolah Rimba sangatlah menekankan pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan keadaan dan kondisi para orang rimba. Suatu ketika saat guru mencoba mengajarkan cara bertani, siswa di sekolah Rimba bertanya kepada Gurunya, “Apakah Ibu guru punya sawah?”. Sebuah pertanyaan yang mendasar sekali, tentunya jika guru tidak memiliki sawah, maka darimana guru tahu cara bertani? Seakan – akan mereka hanya akan percaya kepada orang – orang yang memang benar – benar kompeten pada bidangnya. Untuk itu di sekolah Rimba mengarahkan para siswa nya untuk belajar kepada orang – orang yang memang berkompeten kepada bidangnya. Mereka diajak ke sawah dan menggali informasi tentang bertani kepada petani. Mereka diajak bertemu dengan nelayan untuk mengetahui cara menangkap ikan dan sebagainya. Sehingga mereka benar – benar memperoleh pengetahuan dari para ahlinya. Yang kemudian mereka ceritakan hasil belajar mereka dari petani dan nelayan di depan kelas kepada guru dan kawan – kawannnya, sehingga sumber belajar tidak hanya dari Guru, bahkan bisa dikatakan Guru pun ikut belajar dari para siswa. Sekolah Rimba menunjukkan bahwa kemerdekaan belajar memang sesuatu hal yang nyata dan dapat terwujud jika dilaksanakan dengan sungguh – sungguh oleh semua stakeholder. Sekolah Rimba telah menunjukkan bahwa sinkronisasi antara kurikulum nasional dan kurikulum yang berkearifan lokal telah berhasil mewujudkan siswa – siswa yang benar – benar memanfaatkan pengetahuannya untuk kelangsungan hidup dan menjaga lingkungan serta kebudayaan mereka.”
Bisa cek video lengkapnya di :
Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia
Halo Sahabat Baca, jumpa lagi dengan Kak Agus. Kali ini Kakak ingin bercerita tentang pengalaman yang sangat menyenangkan dan membanggakan bagi Kakak. Setelah mengikuti kegiatan PembaTIK dari tahun 2018 dengan melalui setiap levelnya secara mengasyikan, akhirnya di tahun 2020 ini Kakak mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa, yaitu terpilih menjadi salah satu peserta PembaTIK level 4 dari Provinsi Bali. PembaTIK Level 4 ini akan dilakukan melalui kelas daring selama 1 bulan. Diawali dengan kuliah umum mulai tanggal 14 September 2020, yang dibuka oleh Mas Menteri Nadiem Makarim. Kuliah umum ini merupakan pembekalan awal untuk peserta PembaTIK Level 4 dengan menghadirkan narasumber interaktif yang dilaksanakan dengan metode live streaming dan zoom meeting.
Berikut adalah kutipan dari Mas Menteri Nadiem Makarim pada acara pembukaan tersebut.
“Saya ingin mengucapkan betapa bangganya saya mengetahui program pelatihan guru Pembelajaran Berbasis TIK atau PembaTIK pada tahun ini diikuti oleh lebih dari 60 ribu guru atau 1000% peningkatan dari pertama kali kegiatan ini dilangsungkan 2 tahun lalu.
Angka ini merupakan pencapaian yang luar biasa, terlebih hal ini juga menjadi penanda semakin banyak guru yang ingin meningkatkan kemampuannya untuk mengimplementasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar”
Berikut ini adalah dokumentasi Kakak dalam mengikuti Pembukaan Kulian Umum PembaTIK Level 4 (Berbagi)
(Mohon maaf apabila terdengar suara gaduh dalam rekaman di atas)
Untuk lebih lengkapnya dapat disimak pada video berikut.
Itulah beberapa pesan dari Mendikbud, Nadiem Makarim pada pembukaan kegiatan pelatihan guru Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) yang telah mencapai level akhir (Level 4: Berbagi TIK) dengan tema Berbagi Inovasi Pembelajaran TIK Mewujudkan Merdeka Belajar yang diselenggarakan oleh Pusdatin khususnya Rumah Belajar Kemendikbud. Semoga menjadi motivasi kita semua untuk menjaga semangat gotong royong mewujudkan Merdeka Belajar dengan inisiatif dan inovasi pembelajaran.
Halo Sahabat baca, jumpa lagi dengan Kak Agus. Pada kesempatan kali ini Kakak ingin berbagi cerita tentang Duta Rumah Belajar. Apakah Duta Rumah Belajar dan Siapakah yang bisa menjadi Duta Rumah Belajar? Yuk, kita mengenal lebih dekat. Berikut ini sedikit paparan mengenai Duta Rumah Belajar.
Apakah Duta Rumah Belajar ?
Untuk Sahabat ketahui Duta Rumah Belajar merupakan perpanjangan tangan dari Pusdatin Kemendikbud dalam melakukan pengembangan dan pendayagunaan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran di masing-masing provinsinya terutama Portal Pembelajaran GRATIS dari pemerintah yaitu Rumah Belajar (http://belajar.kemdikbud.go.id).
Apa Manfaat Menjadi Duta Rumah Belajar ?
Ada banyak manfaat yang Sahabat bisa rasakan jika didaulat menjadi Duta Rumah Belajar. Salah satunya adalah menjadi wajah perwakilan pemanfaatan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan, terutama Rumah Belajar. Selain itu, Sahabat juga berkesempatan mengikuti bimbingan teknis pengembangan bahan ajar berbasis TIK baik di pusat maupun daerah. Kemudian, Sahabat juga berkesempatan dilibatkan pada acara dan kegiatan pemanfaatan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan baik di pusat maupun daerah. Serta yang lebih serunya lagi adalah Sahabat dapat bertemu dan bertukar wawasan dengan guru-guru berprestasi dari seluruh provinsi di Indonesia.
Apa Syarat & Ketentuan Menjadi Duta Rumah Belajar ?
Sahabat dapat menjadi Duta Rumah belajar jika memenuhi beberapa syarat dan ketentuan, yaitu Sahabat haruslah Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS)/Guru Tetap Yayasan (GTY)/Guru Honorer di Instansi Pendidikan Pemerintah/Swasta dari semua jenjang yang dibuktikan dengan SK PNS bagi Guru PNS, kemudian SK Pengangkatan dari Yayasan bagi GTY dan surat keputusan dari pimpinan lembaga yang bersangkutan bagi Guru Honorer. Selain itu Sahabat juga wajib mengajar minimal satu bidang studi di sekolahnya (guru mata pelajaran/guru kelas).
Bagaimana Tahapan Menjadi Duta Rumah Belajar ?
Untuk menjadi Duta Rumah Belajar, Sahabat harus melewati 4 level BimTek yang berkaitan dengan Pembelajaran berbasis TIK atau yang dikenal dengan PembaTIK. Untuk lebih jelasnya yuk kita simak video berikut.
Apa Tugas dan Fungsi Duta Rumah Belajar ?
Adapun tugas Sahabat jika terpilih menjadi Duta Rumah Belajar adalah membantu mensosialisasikan dan mendeseminasikan portal Rumah Belajar kepada rekan sesama guru yang ada di daerahnya maupun ke dalam komunitas guru tersebut. Serta Sahabat juga akan menjadi solusi bagi pendayagunaan TIK kedalam pembelajaran khususnya pemanfaatan portal Rumah Belajar
Demikianlah pemaparan Kakak mengenai Duta Rumah Belajar. Jika Sahabat ingin tahu infomasi lebih lengkap dan aktifitas - aktifitas dari Duta Rumah Belajar, Sahabat bisa cek pada media sosial Duta Rumah Belajar di bawah ini.
Halo Sahabat baca, jumpa lagi dengan Kak Agus. Pada kesempatan kali ini Kakak ingin berbagi cerita tentang PembaTIK. Pembatik di sini tidak ada kaitannya dengan kain Batik ya, tapi PembaTIK yang ini adalah akronim dari Pembelajaran berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Nah, berikut ini sedikit paparan mengenai PembaTIK. Yuk kita baca bersama.
Apa itu PembaTIK?
Sahabat baca, PembaTIK adalah akronim dari Pembelajaran berbasis TIK, yang merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Untuk Sahabat ketahui Standar kompetensi TIK yang ingin dicapai terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling). Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya dari tahun 2017 hingga saat ini ditahun 2020.
Apa Manfaat Mengikuti PembaTIK ?
Untuk Sahabat baca ketahui, manfaat dari mengikuti kegiatan PembaTIK adalah yang pertama tentunya meningkatkan kemampuan TIK sahabat sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Kemudian yang kedua, Sahabat akan mendapatkan sertifikat pada setiap level dengan skala nasional. Serta, Sahabat juga berkesempatan untuk menjadi Duta Rumah Belajar. (Apa itu Duta Rumah Belajar ?)
Apa Sajakah Tahapan - tahapan pelaksanaan program PembaTIK ?
Jika Sahabat baca mengikuti kegiatan PembaTIK, sahabat akan melalui beberapa tahapan yang terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling). Berikut ini pemaparannya, yuk kita baca bersama.
1. Bimtek Daring Level 1 (Literasi TIK)
Pada Level 1, sahabat akan lebih banyak melakukan kegiatan mandiri dengan melakukan kegiatan literasi, sesuai dengan nama dari level ini yaitu Literasi TIK. Adapun bahan - bahan literasi yang akan sahabat temui adalah seputaran pembelajaran di era abad 21 yang mengintegrasikan TIK dapam pembelajaran. Selain itu Sahabat juga akan diperkenalkan tentang Portal Rumah Belajar dan fitur - fitur yang ada didalamnya. Portal Rumah Belajar dapat diakses pada laman https://belajar.kemdikbud.go.id. Pada Tahun ini kegiatan level 1 dilakukan pada bulan April hingga Juli 2020. Adapun langkah - langkah yang akan sahabat baca jalani dalam mengikuti level 1 adalah sebagai berikut :
Melakukan registrasi melalui aplikasi Simpatik (simpatik.belajar.kemdikbud.go.id)
Mendaftar pada salah satu gelombang yang tersedia
Mengikuti kelas bimtek daring
Mengunduh modul dan mempelajari materi pembelajaran secara mandiri
Ujian sertifikasi daring Level 1
Peserta yang lulus mendapat sertifkat Level 1
2. Bimtek Daring Level 2 (Implementasi TIK)
Setelah mengikuti level 1 dan dinyatakan lulus, maka Sahabat baca secara otomatis akan dapat mengikuti tahapan berikutnya yaitu, Bimtek Daring Level 2. Berbeda dengan kegiatan pada Level 1 yang hanya melakukan kegiatan literasi, pada level 2 Sahabat baca diajak untuk mengimplemetasikan informasi yang telah diperoleh dari modul - modul pada level 1. Sahabat akan diajak untuk mengimplementasikan pembelajaran yang terintegrasi dengan TIK sesuai dengan mata pelajaran yang Sahabat ampu. Adapun salah satu tugas akhir yang ditagih pada level 2 adalah sebuah video dokumentasi dan testimoni pemanfaatan TIK (fitur - fitur pada Portal Rumah Belajar) untuk pembelajaran. Pada Tahun ini kegiatan level 2 dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2020. Adapun langkah - langkah yang akan sahabat baca jalani dalam mengikuti level 2 adalah sebagai berikut :
Semua peserta yang lulus Level 1 melanjutkan ke Level 2
Melakukan pendaftaran pada salah satu gelombang level 2 yang tersedia di aplikasi Simpatik (simpatik.belajar.kemdikbud.go.id)
Mengikuti kelas bimtek daring
Mengunduh modul dan mempelajari materi pembelajaran secara mandiri
Mengunggah video dokumentasi dan testimoni pemanfaatan TIK untuk pembelajaran
Ujian sertifikasi daring Level 2
Peserta yang lulus mendapat sertifikat Level 2
3. Bimtek Daring Level 3 (Kreasi TIK)
Jika sahabat telah melalui level 1 dan 2, turut berbanggalah sahabat bisa lulus ke tahap Level 3. Mengapa? Iya, karena pada tahap ini Sahabat akan memperoleh pelatihan/tutorial mengenai pembuatan konten pembelajaran. Salah satunya adalah pembuatan video pembelajaran yang menarik, serta pembuatan media pembelajaran interaktif. Pada level ini sahabat akan ditemani oleh tutor - tutor handal yang juga merupakan Duta Rumah Belajar (DRB) tahun 2019 (DRB tahun - tahun sebelumnya). Mereka akan senang hati membantu dan mendampingi Sahabat dalam berkreasi membuat konten pembelajaran. Pada Tahun ini kegiatan level 3 dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2020. Adapun langkah - langkah yang akan sahabat baca jalani dalam mengikuti level 3 adalah sebagai berikut :
Semua peserta yang lulus Level 2 dapat melanjutkan ke Level 3.
Melakukan pendaftaran pada salah satu gelombang level 3 yang tersedia di aplikasi Simpatik (simpatik.belajar.kemdikbud.go.id)
Mengikuti kelas bimtek daring
Mengunduh modul dan dan mempelajari materi pembelajaran secara mandiri
Mengunggah Karya Konten Pembelajaran
Ujian sertifikasi daring Level 3
Peserta yang lulus mendapat sertifikat Level 3
4. Bimtek Daring Level 4 (Berbagi TIK)
Level 4 bisa dikatakan sebagai level pamungkas dari kegiatan ini. Setelah melalui level 1, 2 dan 3, jika Sahabat lolos ke level 4, maka sahabat adalah guru - guru terpilih dari masing - masing provinsi. Mengapa ? Iya, karena Sahabat adalah 30 peserta dengan nilai terbaik di level 3 dari masing - masing provinsi. Pada tahun 2020 saat ini kegiatan Level 4 atau Level Berbagi dilakukan melalui kelas daring selama 1 bulan. Diawali dengan kuliah umum mulai tanggal 14 September 2020, yang dibuka oleh Mas Menteri Nadiem Makarim. Kuliah umum ini merupakan pembekalan awal untuk peserta PembaTIK Level 4 dengan menghadirkan narasumber interaktif yang dilaksanakan dengan metode live streaming dan zoom meeting. Selanjutnya akan ada sesi coaching bagi para peserta terkait pembimbingan modul-modul pelatihan yang dilaksanakan secara virtual dengan zoom meeting pada setiap provinsinya. Dan kegiatan pamungkasnya adalah seleksi calon Duta Rumah Belajar, dengan mengambil 5 peserta terbaik dari masing-masing provinsi berdasarkan penilaian, dan selanjutnya akan dilakukan sesi wawancara dan pleno. Pada Tahun ini kegiatan level 4 dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2020. Adapun langkah - langkah yang akan sahabat baca jalani dalam mengikuti level 4 adalah sebagai berikut :
Peserta terpilih dari tiap provinsi akan mengikuti level 4 yang dilaksanakan tatap muka dengan 30 peserta di setiap provinsinya.
Melakukan Inovasi pembelajaran dan berbagi pengetahuan
Peserta yang lulus mendapatkan sertifikat Level 4
Peserta terbaik di level 4 akan dikukuhkan sebagai Duta Rumah Belajar
Berikut ini adalah video kilas balik kegiatan PembaTIK 2020 dari Level 1 hingga Level 3 yang disampaikan oleh Bapak Arief Darmawan (Pusdatin Kemdikbud RI). Yuk kita simak bersama - sama.
Saya adalah Guru Matematika di SMA Negeri 2 Kuta. Saya mempercayai bahwa kesuksesan adalah buah dari proses,seperti ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu.