Selasa, 6 Oktober 2020 menjadi agenda kedua Kak Agus dalam berbagi sebagai Sahabat Rumah Belajar (SRB) tahun 2020. Setelah sebelumnya dapat berbagi dengan teman - teman alumni PPG Daljab Unram Tahun 2019, kini Kak Agus berkesempatan untuk berbagi lintas daerah melalui dunia virtual. Sebuah pengalaman yang sangat membahagiakan dapat berkenalan dengan rekan - rekan SRB dari 18 Provinsi di Indonesia, yaitu Bali, Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, NTT, Riau, DI Yogyakarta, Kalimantan Utara, Maluku, Papua, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Maluku, Jawa Timur, Lampung dan DKI Jakarta. Kegiatan berbagi kali ini merupakan inisiasi dari SRB Jawa Timur yaitu Kak Salma Nabila yang juga merupakan SRB tahun 2019. Berbekal pengalaman berbagi yang dia miliki, Kak Salma menghimpun para SRB dari berbagai provinsi untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan TIK. Dengan bertajuk "Berkelana Bersama Rumah Belajar" kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 6 - 10 Oktober 2020 setiap pukul 18.00-20.00 WIB.
Tegang, itulah perasaan yang Kak Agus rasakan saat memasuki room zoom. Karena selain kondisi badan yang kurang fit, juga menjadi pengalaman pertama untuk berbagi dengan sahabat dan teman baru. Namun semangat untuk berbagi seakan perlahan menghilangkan rasa kurang nyaman tersebut, dan Kak Agus pun perlahan - lahan dapat mengendalikan situasi dan mulai mamaparkan materi mengenai pembuatan video animasi dengan menggunakan aplikasi Sparkol Video Scribe.
Diawali dengan menampilkan portofolio video scribe yang sebelunya telah Kak Agus buat, kemudian satu persatu tool - tools yang ada pada video scribe, Kak Agus jelaskan dan demonstrasikan pemanfaatannya dalam pembuatan video animasi kepada sahabat yang berkesampatan hadir pada saat itu. Saat sedang asyik memaparkan tiba - tiba Kak Salma selaku moderator pada sesi saat itu memotong pemaparan saya dan menyampaikan bahwa ada tamu spesial yang telah hadir pada room. Tamu spesial itu adalah Ibu Ohorela Erma yaitu Kepala Balai Radio Pendidikan dan Kebudayaan. Sebuah kesempatan yang luar biasa, karena disela - sela kesibukannya, beliau menyempatkan hadir ditengah - tengah kami dan memperkenalkan konten - konten yang ada pada Radio Edukasi, yang tentunya dapat kita manfaatkan untuk kegiatan pembelajaran selama masa pandemi ini.Ibu Ohorela Erma juga memaparkan bahwa fitur - fitur yang ada pada Radio Edukasi telah banyak dimanfaatkan oleh guru - guru dengan mengkombinasikannya dengan media - media lain, baik itu video maupun animasi.
Sembari mendengar pemaparan dari Ibu Ohorela Erma, saya pun tergerak untuk membuat animasi sederhana untuk mengajak para sahabat untuk mengakses dan memanfaatkan Radio Edukasi menggunakan sparkol video scribe. Ibu Ohorela Erma cukup terkesan dengan animasi yang Kak Agus buat dan meminta agar video animasi tersebut dikirimkan kepada beliau. Berikut ini adalah rekaman pemaparan saya dan cuplikan animasi yang saya buat untuk Radio Edukasi.
I Made Agus Suputrayasa (SRB Bali) Video Animasi Sparkol Video Scribe
Setelah Kak Agus selesai melakukan pemaparan, berikutnya dilanjutkan oleh Kak Rolla Fardila (SRB Jabar) dengan pepamarannya , yaitu Kreasi Video Pembelajaran Standar Rumah Belajar dengan Filmora. Kemudian dilanjutkan oleh Kak Rahmadona Sugiarti (SRB Sumut) yang memaparkan tentang Pusat Sumber Belajar Digital, dan diakhiri oleh lalu Kak M. Elfin Noor (SRB Jateng) melalui materinya yaitu Menjadi Kreator Video Ajar dengan Loom.
Rahmadona Sugiarti (SRB Sumut) Pusat Sumber Belajar Digital
M. Elfin Noor (SRB Jateng) Menjadi Kreator Video Ajar dengan Loom
Rolla Fardila (SRB Jabar) Kreasi Video Pembelajaran Standar Rumah Belajar dengan Filmora
Bintang tamu Ibu Ohorela Erma dari Radio Edukasi
Paparan tentang Radio Edukasi
Sebuah pengalaman berbagi yang sangat seru dan juga materi yang disajikan sangat menarik dan menunjang dalam peningkatan kompetensi guru untuk berkreasi media pembelajaran audio visual.Adapun pada kegiatan ini tercatat ada 51 peserta yang tergabung pada room zoom meeting dan 195 penonton YouTube yang telah menonton rekamannya. Daftar presensi peserta dapat dilihat di sini.
Untuk rekapan lengkap dapat disaksikan pada video berikut.
Masa pandemi ini telah mengubah kebiasaan belajar kita, yang biasanya kita lakukan tatap muka di sekolah berubah menjadi belajar dari rumah. Namun kita tidak perlu khawatir karena dengan teknologi informasi dan komunikasi kegiatan pembelajaran masih dapat kita lakukan, meski dari rumah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyediakan portal pembelajaran yang dapat kita akses secara gratis, yaitu Portal Rumah Belajar. Pada Portal Rumah Belajar terdapat fitur - fitur pembelajaran yang dapat kita gunakan sebagai sumber belajar untuk kegiatan belajar kita di rumah. Selain menyediakan sumber - sumber belajar, pada laman Portal Rumah Belajar juga menyediakan panduan pembelajaran inovatif berbantuan Portal Rumah Belajar yang dapat kita terapkan. Salah satu model pembelajarannya adalah model Flipped Classroom.
Model Flipped Classroom adalah membalik aktivitas pembelajaran, yakni aktivitas pembelajaran yang biasanya diselesaikan di kelas sekarang dapat diselesaikan di rumah dan aktivitas pembelajaran yang biasanya dikerjakan di rumah sekarang dapat diselesaikan di kelas. Model Flipped Classroom bisa juga diartikan bahwa peserta didik mempelajari materi terlebih dahulu melalui beragam media yang disediakan oleh pendidik. Sehingga, ketika pembelajaran di kelas berlangsung, pendidik tidak lagi memberikan materi dengan ceramah, tetapi peserta didik langsung melakukan aktivitas belajar sesuai petunjuk guru.
Berikut ini adalah vlog kegiatan pembelajaran Matematika kelas XII dengan materi Statistika yang saya lakukan. Selamat menyaksikan, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk menuliskan saran untuk perbaikan dari kegiatan pembelajaran ini. Terima kasih.
Halo sahabat baca, jumpa lagi dengan Kak Agus. Pada tulisan kali ini kita akan membahas mengenai kegiatan pembelajaran yang Kakak laksanakan selama masa pandemi. Sejak memasuki tahun ajaran baru Kakak mendapatkan kesempatan untuk mengajar di kelas XII MIPA dan IPS. Selama melaksanakan kegiatan pembelajaran Kakak menerapkan Model Flipped Classroom. Tahukah kalian apa itu Model Flipped Classroom? lalu bagaimana Kakak menerapkannya pada kegiatan pembelajaran? yuk kita cermati. Selamat membaca.
Apakah Model Flipped Classroom itu?
Model Flipped Classroom adalah membalik aktivitas pembelajaran, yakni aktivitas pembelajaran yang biasanya diselesaikan di kelas sekarang dapat diselesaikan di rumah dan aktivitas pembelajaran yang biasanya dikerjakan di rumah sekarang dapat diselesaikan di kelas. Model Flipped Classroom bisa juga diartikan bahwa peserta didik mempelajari materi terlebih dahulu melalui beragam media yang disediakan oleh pendidik. Sehingga, ketika pembelajaran di kelas berlangsung, pendidik tidak lagi memberikan materi dengan ceramah, tetapi peserta didik langsung melakukan aktivitas belajar sesuai petunjuk guru.
Pembelajaran pada umumnya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bereksplorasi, menggali informasi, berdiskusi, dan menyimpulkan materi pembelajaran di kelas. Setelah itu mengerjakan tugas di rumah. Namun, pada flipped classroom, peserta didik memulai aktifitas belajar di rumah dengan cara menonton video atau membaca bahan ajar yang di upload guru pada media sosial/LMS, kemudian membuat catatatan informasi penting, dan berdiskusi bersama teman dan guru secara online melalui media sosial/ LMS. Kemudian saat jadwal pelajaran di kelas peserta didik dan guru hanya mendiskusikan hal-hal yang belum dipahami peserta didik dari hasil belajarnya di rumah, atau mengerjakan soal latihan dengan tingkat kesukaran yang lebih tinggi.
Gunyou (2015) melalui jurnal penelitiannya yang berjudul "I Flipped My Classroom: One Teacher’s Quest to Remain Relevant" memberikan contoh penerapan flipped classroom dengan menggunakan materi dalam bentuk video. Melalui video, peserta didik memiliki keleluasaan waktu dalam belajar. Selain video, juga disediakan kuis untuk mengetahui perkembangan belajar peserta didik. Pembelajaran aktif di kelas juga tetap dirancang sebagai sarana diskusi materi yang belum dipahami, penguatan terhadap materi yang terdapat dalam video yang sudah dipelajari sebelumnya. Diterapkan pula sesi pembelajaran aktif yaitu siswa mengerjakan tugas secara berkelompok. Selain itu juga diadakannya tutor untuk waktu tertentu bagi siswa yang membutuhkan tambahan penjelasan materi yang telah diberikan, kegiatan tutor yang diberikan berupa pengajuan pertanyaan secara langsung atau pun secara online melalui medsos/LMS.
Tahapan Penerapan Model Flipped
Classroom saat BDR?
Pada masa pandemi, guru dan peserta melaksanakan program BDR yang merupakan akronim dari Belajar Dari Rumah. Berdasarkan Panduan Penerapan Model Pembelajaran Inovatif Dalam BDR Yang Memanfaatkan Rumah Belajar salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah Model Flipped Classroom, dengan langkah - langkah kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik adalah sebagai berikut.
Langkah - langkah aktifitas siswa pada Model Flipped Classroom
Berdasarkan panduan tersebut Kak Agus merancang kegiatan pembelajaran Matematika Kls XII dengan materi Statistika, yang secara singkat langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Sebelum pembelajaran dimulai, peserta didik mengakses dan mempelajari materi pembelajaran melalui video dan bahan ajar berupa pdf yang telah Kakak unggah pada Blog dan kemudian mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan terkait materi tersebut,
Pada hari pelaksaaan kegiatan pembelajaran, Kak Agus mengajak peserta didik untuk melakukan diskusi kelompok secara online dengan memanfaatkan media yang dapat mereka akses, baik dengan video conference maupun dengan media sosial berupa chat (Whatsupp group atau Telegram). Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan permasalah-permasalahan yang mereka temukan dari langkah sebelumnya hingga menemukan simpulan bersama atas konsep yang didiskusikan.
Setelah menemukan simpulan bersama, berikutnya peserta didik berdiskusi untuk berlatih meningkatkan kemampuan mereka berdasarkan konsep yang telah disepakati pada langkah sebelumnya dengan menjawab soal - soal latihan yang ada pada bahan ajar (pdf).
Setelah kelas, peserta didik dibimbing untuk meningkatkan kemampuannya baik dengan cara mengulang pembelajaran ataupun menerapkan pada aspek yang berbeda, baik secara online ataupun offline.
Apa yang harus disiapkan untuk menerapkan Model
Flipped Classroom saat BDR?
Agar kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik, maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, yaitu sumber - sumber belajar yang akan menjadi bahan belajar peserta didik serta media yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Adapun media yang Kak Agus gunakan adalah Blog, Group Chat Telegram, dan Infografis. Sedangkan, sumber belajar sebagai bahan belajar peserta didik berupa video dan file pdf. Bahan ajar berupa file pdf, sebelumnya telah Kak Agus susun saat mengikuti kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Daljab di tahun 2019. Sedangkan untuk video pembelajaran Kak Agus memanfaatkan video pembelajaran yang ada pada fitur sumber belajar dari Portal Rumah Belajar. Selain itu Kak Agus juga membuat video pembelajaran dan mengunggahnya pada kanal youtube Kak Agus. Kemudian, untuk meningkatkan minat membaca dan motivasi belajar peserta didik, Kak Agus juga menyiapkan infografis yang juga Kakak share di instagram. Setelah mempersiapkan sumber - sumber belajar. Kemudian video, bahan ajar pdf dan infografis yang telah disiapkan Kakak unggah ke dalam Blog menjadi satu postingan. Lalu Kakak kirimkan alamat link postingan Materi Statistika kls XII SMA tersebut pada group telegram masing - masing kelas.
Bagaimana kegiatan pembelajaran berlangsung ?
Berikut ini adalah beberapa dokumentasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan pembelajaran ini berdasarkan RPP yang dirancang.
Mengirimkan Laman Blog untuk dipelajari peserta didik sebelum kegiatan pembelajaran klik di sini untuk melihat blog
Video pembelajaran Statistika pada Channel Youtube
Infografis animasi yang berisi
video pembelajaran dari Sumber Belajar Portal Rumah Belajar
Siswa mempelajari materi pada blog
dan membuat pertanyaan dan catatan penting
Mengarahkan siswa untuk melakukan diskusi kelompok saat jam pelajaran
Salah satu dokumentasi diskusi kelompok siswa
menggunakan group chat
Masing - masing perwakilan kelompok mengirimkan dokumentasi diskusi pada group kelas
Memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi siswa dan memberikan motivasi
Mengajak peserta didik untuk berlatih dengan menjawab soal - soal pada bahan ajar
Demikianlah cerita Kakak mengenai kegiatan pembelajaran dengan menerapkan Flipped Classroom bersama Rumah Belajar. Terima kasih telah membaca. Jangan lupa berikan saran dan tanggapan sahabat baca untuk perbaikan kegiatan pembelajaran berikutnya, dengan menuliskan komentar
Setelah sebelumnya kakak bercerita mengenai perjalanan menjadi Sahabat Rumah Belajar (Chapter 1 dan Chapter 2), pada tulisan kali ini kakak akan berbagi cerita mengenai pengalaman pertama mengadakan kegiatan sharing atau berbagi mengenai Pembelajaran TIK dan Portal Rumah Belajar. Kegiatan sharing ini merupakan salah satu tugas yang harus kakak lakukan sebagai Sahabat Rumah Belajar Tahun 2020. Yuk kita baca ceritanya.
Chapter 3 Memulai Langkah Kecil dalam Berbagi
Minggu, 4 Oktober 2020 menjadi langkah awal kak Agus sebagai sahabat rumah belajar melalui kegiatan berbagi bertajuk Ngopi Yuk! Ngobrol asyik untuk jadi Pintar. Malam itu cuaca sangat cerah dan kondusif untuk melakukan video conference dengan menggunakan zoom. Jika cuaca cerah, maka tentunya koneksi internet akan mendukung kegiatan secara daring. Bersama kak Ika Desi yang juga merupakan sahabat rumah belajar, kak Agus berbagi informasi kepada sahabat kak Agus yang berada di wilayah Bali dan Lombok yang merupakan alumni PPG Daljab Universitas Mataram Tahun 2019. Kegiatan ini secara spontan kak Agus inisiasi untuk berbagi informasi mengenai Portal Rumah Belajar dan Inovasinya dalam pembelajaran, sekaligus sebagai ajang reuni bersama sahabat lama.
Room pada Zoom telah dibuka 30 menit sebelum kegiatan oleh kak Ika Desi. Sembari menunggu sahabat yang lainnya dan menunggu Pkl 19.00 Wita, kami pun menyapa sahabat alumni PPG satu persatu dan menanyakan kabar dan berharap mereka selalu dalam keadaan sehat. Namun, sungguh disayangkan di saat kegiatan akan dimulai ternyata beberapa teman yang berasal dari Lombok tidak dapat ikut berpartisipasi karena kendala koneksi, dimana saat itu ternyata cuaca di tempet mereka sedang tidak mendukung. Alhasil kegiatan pun tetap kami lakukan bersama sahabat alumni PPG yang berada di Bali. Mereka tersebar di beberapa daerah, ada yang tinggal di karangasem, kuta, mengwi, seputaran denpasar bahkan ada yang tinggal di Tabanan. Pandemi ini memang seakan - akan memenjarakan kita, karena kita tidak dapat secara leluasa untuk bepergian dan bertemu secara langsung, namun berkat teknologi kita dapat mengatasi hal tersebut, meskipun kita bertemu dalam dunia virtual secara tatap maya.
Saling menyapa Sahabat Alumni PPG Daljab Unram Tahun 2020
Tepat Pkl 19.00 Wita kegiatan pun dimulai, dengan diawali dengan mengucap salam dan menayangkan video informasi mengenai Portal Rumah Belajar.
Kegiatan dibuka dengan menayangkan video pengenalan Portal Rumah Belajar
Kemudian kak Agus lanjutkan dengan mengakses Portal Rumah Belajar pada laman belajar.kemdikbud.go.id lalu memaparkan fitur - fitur yang ada pada Portal Rumah Belajar, dari Fitur Utama yang terdiri dari Sumber Belajar, Kelas Digital, Bank Soal dan Laboratorium Maya. Pada Fitur Sumber Belajar Kak Agus mengajak sahabat alumni PPG untuk mencari video pembelajaran mapel matematika dengan memanfaatkan mode pencarian dan filter yang ada di bagian kanan atas laman fitur sumber belajar serta memaparkan cara memanfaatkannya pada pembelajaran. Pada kesempatan ini juga Kak Agus mengajak sahabat alumni PPG untuk turut mengisi konten - konten sumber belajar berupa video pembelajaran, sehingga dapat menambah dan melengkapi koleksi konten pembelajaran pada Portal Rumah Belajar.
Memaparkan fitur - fitur utama Portal Rumah Belajar
Memaparkan Fitur Sumber Belajar
Selain memaparkan konten - konten pada Sumber Belajar, Kak Agus juga memperkenalkan Laboratorium Maya kepada sahabat PPG. Pada kesempatan ini Kak Agus menunjukkan beberapa konten praktikum matematika yang dapat diterapkan di kelas seperti Grafik Fungsi Kuadrat, Hubungan Sudut Pusat dan Sudut keliling, Persamaan Garis lurus hingga Transformasi Geometri.
Memaparkan Fitur Laboratorium Maya
Mendemonstrasikan penggunaan Laboratorium Maya pada pelajaran matematika
Setelah mencoba beberapa konten Fitur Utama, berikutnya Kak Agus memperkenalkan fitur pendukung yang ada pada Portal Rumah Belajar, yaitu Peta Budaya, Buku Sekolah Elektronik Wahana Jelajah Angkasa, Karya Bahasa dan Sastra, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan serta Edu Game. Pada kesempatan ini Kak Agus mengajak sahabat PPG untuk mencoba beberapa permainan pada Edu Game, salah satunya adalah permainan matematika yang berhubungan dengan materi Relasi dan Fungsi.
Memaparkan Fitur Pendukung Portal Rumah Belajar
Memaparkan Fitur Edugame dan mendemonstrasikan salah satu Game Matematika
Berikutnya, setelah pemaparan mengenai fitur - fiutr pada Portal Rumah Belajar, kegiatan ini dilanjutkan oleh Kak Ika Desi yang memaparkan salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan pada kegiatan pembelajaran secara daring dan memanfaatkan konten - konten pada Portal Rumah Belajar. Adapun materi yang disampaikan oleh Kak Ika Desi adalah "Flipped Classroom" Rumah Belajar dalam Inovasi Pembelajaran. Pada kesempatan ini Kak Ika desi menyampaikan langkah - lankah pembelajaran dengan Model Flipped Classroom dan menunjukkan RPP yang dirancang dengan menerapkan model tersebut. Selain model Flipped Classroom, Kak Ika Desi juga memperkenalkan beberapa model pembelajaran yang merupakan rujukan dari pemerintah melalui Kemdikbud RI dalam melaksanaakn kegiatan pembelajaran selama masa pandemi dengan memanfaatkan Portal Rumah Belajar sebagai sumber belajar. Pada kesempatan ini pula Kak Ika Desi juga memperkenalkan laman http://sibatik.kemdikbud.go.id/inovatif/ kepada sahabat PPG sebagai referensi kegiatan pembelajaran selama masa pandemi ini, di mana pada laman tersebut sahabat PPG dapat menemukan tutorial dari model - model pembelajaran yang telah dipaparkan.
Pemaparan dari Kak Ika Desi tentang Inovasi Pembelajaran dengan Portal Rumah Belajar yang menggunakan model Flipped Classroom
Pemaparan dari Kak Ika Desi
Contoh RPP yang menerapkan Model Pembelajaran Flipped Classroom
Beberapa inovasi model pembelajaran dengan Rumah Belajar
Selama kegiatan berlangsung sahabat PPG antusias mendengarkan pemaparan dari Kak Agus dan Kak Ika Desi. Bahkan mereka tanpa segan untuk langsung bertanya, baik secara langsung maupun melalui kolom chat. Akhirnya diskusi dan saling berbagi pengalaman mengenai kegiatan pembelajaran selama masa pandemi pun tak terjadi. Saling berargumen dan saling bertukar pikiran mengenai kendala dan solusi yang bisa kita lakukan untuk membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik kita. Hingga akhirnya kita sepakat bahwa apapun media atau model pembelajaran yang kita lakukan, maka sebaiknya kita harus berupaya untuk memfasilitasi dan mengayomi semua peserta didik untuk belajar, karena mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh pembelajaran, meskipun terkendala oleh banyak faktor.
Sahabat PPG antusias mendengarkan pemaparan
Saling diksusi dan bertukar pikiran mengenai kegiatan pembelajaran daring yang telah dilakukan
Kegiatan yang direncanakan berakhir Pukul 20.00 Wita ternyata tanpa terasa terlewati dan melebihi alokasi waktu yang ditetapkan. Hal ini karena terlalu asyik dalam berdiskusi dan saling bertukar pikiran. Kegiatan ini pun kami akhiri dengan melakukan mini game berupa kuis berhadiah pulsa bagi pemenangnya. Kuis yang kami selenggarakan menggunakan Quizizz dengan soal - soalnya seputaran informasi mengenai Portal Rumah Belajar. Adapun pemenang dari kuis ini adalah sahabat kita dari Tabanan, yaitu Kak Hamid Nasruloh.
Kegiatan Kuis
Pemenang Kuis
Kegiatanpun kami tutup dengan mengucap salam Rumah Belajar, belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja.
Berikut ini adalah daftar absensi dan tanggapan peserta terhadap kegiatan yang dilakukan.
Daftar Peserta
Tanggapan Peserta menggunakan skala linier 5 (Sangat baik) dan 1 (Sangat Tidak baik)
Pesan dan Kesan Peserta
daftar presensi dan tanggapan peserta klik di sini
Demikianlah cerita pertama Kak Agus dalam melakukan kegiatan Berbagi bersama Kak Ika Desi dan sahabat alumni PPG Daljab Unram tahun 2019. Semoga cerita ini dapat bermanfaat dan memberikan motivasi kepada kita semua untuk terus belajar dan terus berbagi. Salam sahabat rumah belajar, Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.
Halo Sahabat, jumpa lagi dengan Kak Agus. Kali ini Kakak ingin bercerita mengenai pengalaman yang Kakak alami selama mengikuti kegiatan PembaTIK. Apa itu PembaTIK ? Sahabat bisa cari jawabannya di sini . Setelah sebelumnya kakak bercerita mengenai pengalaman pertama mengikuti kegiatan pembaTIK di tahun 2018 (Chapter 1),pada tulisan berikut kakak ingin bercerita mengenai pengalaman mengikuti kegiatan pembaTIK di tahun kedua dan tahun ke tiga. Yuk kita mulai ceritanya.
Chapter 2
Kita hanya dapat berencana dan berusaha, Tuhan yang menentukan
Berbekal pengalaman tak terlupakan di tahun 2018, setahun kemudian di tahun 2019 saya pun ikut kembali mendaftar sebagai peserta PembaTIK,hanya saja bedanya saat ini saya mengajak lebih banyak orang untuk ikut,saya mencoba untuk menginfluecer kakak,adik,teman sejawat dan semua orang - orang yang menjadi guru untuk mengikuti kegiatan ini. Hal ini saya lakukan karena saya merasakan betul kebermanfaatan dari kegiatan ini, dan saya ingin orang lain juga merasakannya. Tidak sedikit saya memperoleh penolakan dan sindiran yang.menganggap bahwa penerapan TIK pada pembelajaran belum diperlukan. Namun, saya tidak menyerah dan terus mengajak mereka untuk ikut dengan iming-iming memperoleh sertifikat untuk kenaikan pangkat. Alhasil strategi tersebut berhasil dan beberapa teman sejawat turut berpartisipasi dalam kegiatan PembaTIK,meskipun hanya baru sampai level 1. Ketika diajak untuk melanjutkan ke level 2 melalui pembuatan video pembelajaran,mereka secara perlahan mundur dan merasa tidak percaya diri untuk melakukan hal ini. Singkat cerita saya pun kembali lulus pada level 2 dan kembali menjadi peserta level 3. Sungguh bahagia dan sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan ini lagi, karena akan bertemu dengan teman - teman hebat lagi sekaligus reunian dan berbagi pengalaman dan berbagi ilmu. Namun, Tuhan punya rencana lain untuk saya. Bersamaan dengan kegiatan PembaTIK level 3 saya harus berangkat ke Mataram-Lombok-NTB untuk mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan selama 3 bulan. Melalui beberapa pertimbangan akhirnya dengan berat hati saya pun memutuskan untuk mundur dari kegiatan PembaTIK di tahun 2019 dan pergi ke Mataram untuk menyelesaikan pendidikan profesi guru. Di Mataram saya bertemu dengan guru-guru hebat lainnya yang berasal dari Bali, NTB dan NTT. Dalam.kegiatan tersebut pun saya tetap memperkenalkan Rumah Belajar kepada mereka dan berbagi cerita mengenai pengalaman saya mengikuti kegiatan PembaTIK.
Berikut ini adalah video pembelajaran yang saya buat sebagai tugas pembaTIK level 2 tahun 2019
Akhirnya waktu pun cepat berlalu, tibalah tahun 2020. Pada tahun ini sayapun mendaftar kembali sebagai peserta PembaTIK namun teknisnya sedikit berbeda, dimana peserta yang telah lulus level 2 ditahun sebelumnya (tahun 2019) dapat langsung mengikuti kegiatan PembaTIK level 3 tanpa harus mengulang kembali dari level 1. Sebuah kabar yang membahagiakan dan membuat saya lebih bersemangat untuk mengikutinya kembali. Karena saya mengetahui bahwa panitia pasti akan menyiapkan hal baru bagi peserta untuk dapat dipelajari. Dan terbukti benar adanya kami diperkenalkan dengan sebuah aplikasi pembuat media pembelajaran interaktif yang bernama articulate storyline 3 (AS3). Serta diberikan pendalaman materi mengenai langkah - langkah pembuatan video pembelajaran.
Sembari menunggu pembukaan pendaftaran pembaTIK level 3, saya berupaya untuk mencoba mengajak rekan - rekan guru untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan pembaTIK, baik secara langsung maupun melalui group WA. Betapa terkejut dan merasa terkagum - kagumnya saya melihat antusias para guru - guru di Bali dan juga se-Nusantara dalam mengikuti kegiatan pembaTIK di tahun 2020. Efek pandemi yang menuntut pembelajaran secara daring dan memanfaatkan TIK seakan menjadi titik balik bagi para guru untuk merubah paradigma pembelajaran. Jumlah yang begitu fantastis dimana peserta yang mengikuti pembaTIK di level 1 mencapai angka lebih dari 70.000 peserta yaitu tepatnya 70.312 peserta dengan jumlah peserta yang lulus adalah 18.936 peserta dan sebanyak 13.268 peserta yang melanjutkan ke tahap Level 2. Kemudian pada PembaTIK level 2 dari 13.000an peserta yang aktif mengikuti kegiatan terdapat 5.007 peserta yang dinyatakan lulus dan berhak untuk mengikuti pembaTIK level 3.
Sebagai peserta pembaTIK level 3 tahun 2020, kami diberikan pengalaman untuk membuat media pembelajaran interaktif (MPI) menggunakan articulate storyline 3 (AS3) oleh salah satu Duta Rumah Belajar yang bernama Cak Rahmat. Pembawaannya yang jenaka dan menyenangkan membuat suasana belajar menjadi terkesan dan menginspirasi. Kami peserta pembaTIK level 3 diberikan kesempatan untuk berkreasi membuat video pembelajaran atau MPI sebagai tugas akhir, dan pada kesempatan ini saya memilih untuk membuat media pembelajaran interaktif. Media yang saya buat mengangkat topik tentang aturan sinus dan aturan cosinus pada segitiga yang merupakan bagian dari pokok bahasa Trigonometri. Pada media ini saya juga menyisipkan video pembelajaran yang telah saya buat sebelumnya. Media pembelajaran interaktif dengan AS3 ini cukup menarik, karena dapat mengkombinasikan media audio dan video serta divariasikan dengan adanya animasi yang menarik. Aplikasi AS3 ini dapat dikatakan sebagai gabungan dari aplikasi power point dan adobe flash animator. Meskipun aplikasinya baru saya kenal, namun penggunaannyaa sangat mudah karena fitur - fiturnya yang tidak jauh berbeda seperti power point, serta didukung video tutorial yang telah disediakan oleh para mentor dari Duta Rumah Belajar. Adapun MPI aturan sinus dan cosinus yang saya buat adalah sebagai berikut.
Selain membuat media pembelajaran trigonometri (aturan sinus dan cosinus) saya juga sempat membuat mini game yang iseng saya buat disela - sela jadwal kegiatan pembaTIK level 3. Adapun game ini saya buat untuk anak saya mainkan dan belajar mengenal bilangan.
Dengan bermodalkan semangat untuk belajar dan perangkat laptop seadanya, akhirnya tugas pembaTIK level 3 pun rampung dan dapat mengikuti tes akhir dengan lancar, meskipun kerap kali laptop mengalami error ataupun macet saat proses pengeditan media pembelajaran interaktif. Bahkan bisa diceritakan media ini dikirimkan pada detik - detik akhir batas waktu pengiriman tugas. Hal ini disebabkan karena setelah dipublish dan dicoba, ternyata ada beberapa komponen media yang tidak aktif. Namun, puji syukur akhirnya pembaTIK level 3 pun dapat saya selesaikan dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan atas upaya yang telah dilakukan.
Setelah beberapa hari menunggu, saya mendapat kabar bahwa pengumuman kelulusan pembaTIK level 3 telah dirilis pada laman SimpaTIK. Tanpa berfikir lama akhirnya sayapun mengecek dan ternyata saya menjadi salah satu dari 2.496 peserta yang dinyatakan lulus pada pembaTIK level 3. Namun, untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu level 4 (berbagi) hanya akan dipilih 30 peserta dari masing - masing provinsi. Sungguh terkejut dan bahagianya saya saat nomor wa saya diinvite masuk ke dalam group pembaTIK level 4 berbagi. Saat itu saya masih kurang percaya karena saya menjadi bagian dari 1020 peserta pembaTIK level 4. Pada group wa pembaTIK level 4 saya dipertemukan kembali dengan beberapa teman lama dan teman baru yang hebat - hebat. Saya merasa sangat beruntung menjadi bagian dari Sahabat Rumah Belajar Bali tahun 2020. Saya menyadari bahwa semua ini berkat dukungan dari istri dan keluarga saya yang senantiasa memberi support kepada saya untuk terus belajar dan mengisi diri, dan tentunya ini tidak terlepas dari rencana Tuhan yang telah memberikan saya kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi, dengan harapan nantinya saya dapat berbagi lebih banyak lagi kepada orang - orang di sekitar saya. Sungguh pengalaman yang luar biasa dan tak akan pernah saya bayangkan akan diberikan kesempatan hingga sejauh ini. Suatu hal yang diawali dengan keinginan untuk mendapatkan souvernir hingga akhirnya berujung pada pengalaman yang tak terlupakan.
Berikut ini adalah dokumentasi koleksi souvenir yang saya dapatkan setelah mengikuti pembaTIK dari tahun 2018. Kira - kira tahun 2021 akan ada souvenir menarik apa lagi ?
Baik sahabat baca, sampai di sini dulu ya cerita kakak tentang pengalaman kakak mengikuti kegiatan PembaTIK hingga akhirnya kakak terpilih menjadi salah satu Sahabat Rumah Belajar tahun 2020 dari Bali. Mohon maaf jika ada salah kata, karena tulisan ini hanyalah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur terhadap kesempatan yang telah diberikan oleh Tuhan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat, Sampai jumpa di cerita kakak saat melakukan kegiatan berbagi. Terima Kasih.
Halo Sahabat, jumpa lagi dengan Kak Agus. Kali ini Kakak ingin bercerita mengenai pengalaman yang Kakak alami selama mengikuti kegiatan PembaTIK. Apa itu PembaTIK ? Sahabat bisa cari jawabannya di sini . Ok kita langsung saja ke awal ceritanya ya.
Chapter 1 :
Berawal dari souvenir unik menjadi pengalaman tak terlupakan
PembaTIK adalah akronim dari Pembelajaran berbasis TIK.Kegiatan PembaTIK ini adalah suatu kegiatan pengembangan kompetensi guru dalam pemanfaatan TIK pada kegiatan pembelajaran.Kegiatan ini diselenggarakan secara berjenjang dari level 1 (literasi),level 2 (implementasi),level 3 (kreasi) dan level 4 (berbagi).Setiap jenjangnya dapat diikuti jika dinyatakan lulus dari level sebelumnya,hingga goal dari kegiatan ini adalah terpilihnya seorang Duta Rumah Belajar.Saya mulai mengenal PembaTIK di tahun 2018 dari seorang teman sejawat yang pernah mengikuti kegiatan ini setahun sebelumnya. Awal nya saya tertarik mengikuti kegiatan ini karena tergiur dengan sovenir dan pengalaman yang diperoleh rekan saya setelah mengikuti kegiatan PembaTIK,yaitu berupa kit berlogo Rumah Belajar (tas,pulpen,flashdisk dan stiker).Singkat cerita saya pun mendaftar sebagai peserta PembaTIK tahun 2018 melalui SimpaTIK dan memulai kegiatan di level 1 PembaTIK (Literasi).Pada tahap awal ini saya diberikan beberapa modul diantaranya adalah pembelajaran era abad 21 dan Pengenalan Portal Rumah Belajar. Setelah membaca modul tersebut,wawasan saya menjadi terbuka dan menyadari bahwa mempersiapkan diri untuk siap bersaing di revolusi industri 4.0 sangatlah penting terlebih profesi saya sebagai seorang guru yang mendidik dan mengarahkan siswa/i yang nantinya akan menjadi generasi penerus dari bangsa ini.Jika kita sebagai guru belum memahami betul esensi dari pembelajaran yang mengimplementasikan TIK,bagaimana bisa kita mempersiapkan generasi yang siap bersaing di abad 21 ini?pertanyaan tersebutlah yang menggerakkan saya untuk terus melangkah dan menyelesaikan kegiatan PembaTIK ini level per level nya.
Tidak terasa setelah menyelesaikan level 1(literasi) dan level 2 (implementasi) dengan membaca modul dan membuat video dokumentasi pemanfaatan portal Rumah Belajar pada pembelajaran di kelas,saya pun dinyatakan lulus dan terpilih menjadi salah satu peserta PembaTIK level 3,dimana para peserta nya terdiri dari 20 guru dari beberapa daerah di Bali. Pada level ini saya mendapatkan pengalaman yang tidak pernah saya lupakan dalam perjalanan karir saya sebagai seorang guru, dan bisa dikatakan ini adalah tonggak awal saya memulai menjadi seorang konten kreator.Pada pembukaan kegiatan ini yang diselenggarakan di salah satu hotel di Denpasar,semangat saya seakan membara setelah mendengarkan wejangan dari Pak Gogot yang saat itu menjabat sebagai kepala pustekom kemendikbud RI.Beliau mengungkapkan keprihatinannya akan konten-konten negatif yang lebih banyak ada di dunia maya ketimbang konten-konten positif,terutama konten yang bertema pembelajaran/pendidikan.Untuk itu pada kesempatan tersebut beliau mengajak kami para peserta untuk mulai membanjiri dunia maya dengan konten-konten pembelajaran.
Berikut ini adalah video dokumentasi pemanfaatan Fitur Rumah Belajar (Laboratorium Maya) pada pembelajaran sebagai tugas pada pembaTIK level 2 Tahun 2018
Tanpa saya sadari ternyata 30 guru yang mengikuti kegiatan ini bukanlah guru-guru sembarangan, mereka adalah para guru terpilih yang sudah menerapkan TIK pada pembelajaran,salah satunya adalah Pak Komang Budi yang telah memperkenalkan Kelas Maya Jejak Bali di beberapa kegiatan di Bali dan tentu saja Pak Komang Adhi yang saat itu telah menjadi Duta Rumah Belajar (DRB) tahun 2017. Pelatihan yang diselenggarakan 2 hari tersebut mempertemukan saya dengan guru-guru hebat dengan materi-materi pelatihan yang juga menarik. Pada pelatihan tersebut saya diperkenalkan lebih jauh tentang Rumah Belajar, cara pemanfaatan fitur-fitur Rumah Belajar,pembuatan kelas maya, dan yang berkesan adalah pembuatan media pembelajaran berupa video.Sungguh berkesan dan menyenangkan bisa bersama para guru-guru yang hebat.Kami bisa saling berbagi pengalaman dan berbagi informasi tentang TIK dan pembelajaran berbasis TIK.Seusai kegiatan ini kami pun harus berpisah dan diberikan tugas untuk mensosialisasikan Portal Rumah Belajar dan pemanfaatannya pada kegiatan pembelajaran kepada siswa dan guru di beberapa sekolah atau komunitas pendidikan.Yang dimana kegiatan sosialisasi ini didokumentasikan dan dituliskan kedalam sebuah laporan sebagai bentuk penyelenggaraan PembaTIK level 4 yaitu berbagi. Namun, sayang tahap terakhir ini tidak dapat saya selesaikan karena saya diberikan kepercayaan untuk menjadi Ketua Panitia Hut sekolah.Meskipun sudah melakukan kegiatan sosialisasi di beberapa sekolah,akhirnya saya memutuskan untuk fokus pada tugas saya disekolah.Menyerah?saya rasa tidak. Bagi saya,level 4 berbagi sudah saya lakukan meskipun belum dikukuhkan ke dalam sebuah laporan.Menyesal tidak bisa menjadi DRB?Tidak,karena bagi saya DRB bukanlah tujuan akhir.Dengan melalui setiap tahapan pada PembaTIK ini saya menjadi banyak belajar dan sudah menganggap Rumah Belajar sebagai bagian dari perjalanan karir saya.Berkat kegiatan ini saya bisa aktif berbagi video pembelajaran melalui kanal youtube saya yaitu agus suputrayasa.Berkat kegiatan pembaTIK ini pula saya bisa bertemu dengan teman-teman sejawat yang hebat yang senantiasa ada untuk berbagi informasi dan saling mendukung demi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Berikut adalah dokumentasi kegiatan PembaTIK level 3 yang diselenggarakan di tahun 2018
Pada kegiatan pembaTIK level 3 kami membuat video pembelajaran secara berkelompok dan berkolaborasi. Videonya adalah sebagai berikut.
Berikut ini adalah dokumentasi kegiatan sosialisasi Portal Rumah Belajar kepada guru dan siswa di beberapa sekolah yang saya lakukan di tahun 2018
Dokumentasi Sosialisasi Portal Rumah Belajar dan Membuat Media Pembelajaran Video Animasi dengan menggunakan Sparkol Video Scribe kepada guru - guru di SMA N 2 Kuta tahun 2018
Berikut ini adalah dokumentasi koleksi souvenir yang saya dapatkan setelah mengikuti pembaTIK dari tahun 2018. Kira - kira tahun 2021 akan ada souvenir menarik apa lagi ?
Demikian sedikit cerita yang mengawali kisah kakak mengikuti kegiatan PembaTIK pada tahun 2018 yang kemudian menjadikannya sebagai titik balik untuk terus belajar dan berbagi.
Saya memiliki ketertarikan di bidang TIK sejak kecil. Saat kuliah dulu, mata kuliah yang berkaitan dengan media dan pembuatan media pembelajaran adalah mata kuliah favorit saya. Saya pun mengangkat topik pengembangan media pembelajaran matematika dengan bantuan microsoft excel sebagai Thesis. Pengalamaan saya mengajar selama ini pun tidak pernah terpisahkan dari penerapan TIK, terutama pemanfaatan media pembelajaran berupa video. Saya kerap kali mendapat sindiran dari teman sejawat. Mereka menganggap metode pembelajaran yang saya lakukan terlalu berlebihan. Menurut mereka, pelajaran matematikan sudah ribet janganlah lagi dipersulit dengan menerapkan TIK. Namun, ada juga teman yang mensupport dan menteladani apa yang saya lakukan, meskipun dia belum berani mencoba menerapkannya karena kurang percaya diri.
Tahun 2018 merupakan awal mula saya mengenal Rumah Belajar dan PembaTIK dari teman sejawat yang mengajar TIK. Saat itu saya merasa bahagia karena merasa seperti menemukan rumah baru yang sudah lama saya cari - cari. Mengapa demikian? Iya karena saat membaca modul PembaTIK level 1 mengenai pembelajaran era abad 21 dan pengenalan Portal Rumah Belajar, wawasan saya menjadi lebih terbuka dan menyadari bahwa apa yang saya lakukan selama ini adalah tepat. Pada modul tersebut disampaikan pentingnya mempersiapkan diri untuk bersaing di revolusi industri 4.0. Salah satunya adalah penguasaan TIK. Jika kita sebagai guru belum memahami betul esensi dan pentingnya TIK pada pembelajaran, bagaimana bisa kita mempersiapkan generasi yang siap bersaing di abad 21 ini? pertanyaan inilah yang menggerakkan saya untuk terus melangkah dan menyelesaikan kegiatan PembaTIK ini setiap levelnya dengan tujuan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan TIK dalam pembelajaran.
Saya semakin termotivasi mengikuti kegiatan PembaTIK, hingga 3 tahun berturut – turut adalah karena penyataan dari Pak Gogot (Ka. Pustekom Kemendikbud RI) pada PembaTIK level 3 tahun 2018. Beliau mengungkapkan keprihatinannya terhadap konten negatif yang lebih banyak ada di dunia maya dari pada konten positif(konten pembelajaran). Untuk itu beliau berpesan kepada kami untuk mulai membanjiri dunia maya dengan konten pembelajaran. Inilah alasan saya membuat kanal Youtube Agus Suputrayasa dan selalu berupaya untuk membuat dan membagikan video pembelajaran matematika serta mensosialisasikan fitur – fitur Portal Rumah Belajar kepada teman sejawat dan para siswa untuk dapat dimanfaatkan pada kegiatan pembelajaran.
Dua tahun belalu dan kini keadaan sudah berubah terutama di pendidikan. Banyak guru yang belum siap menjalankan pembelajaran secara daring, karena belum menguasai TIK dengan baik. Saya bersyukur bahwa apa yang saya lakukan dua tahun terakhir ini bukanlah hal yang sia – sia, melainkan mampu memberikan manfaat selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bahkan sekarang sudah mulai ditiru oleh teman sejawat. Teman yang dulunya merasa tidak setuju dengan metode mengajar saya, kini lambat laun mulai menjadi teman sharing dan berkolaborasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran di masa pandemi seperti sekarang ini.
Pengalaman ini telah menyadarkan saya bahwa pengembangan dan pendayagunaan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran sangatlah penting. Melalui program Duta Rumah Belajar saya berharap dapat menjadi bagian dari hal itu. Bagi saya Duta Rumah Belajar bukanlah tujuan akhir saya, namun semangat untuk berbagi dan pemanfaatan Rumah Belajar sebagai portal pembelajaran gratis dari pemerintah untuk semua guru dan siswa di Bali dan seluruh Indonesia merupakan tujuan utama saya.
Saya adalah Guru Matematika di SMA Negeri 2 Kuta. Saya mempercayai bahwa kesuksesan adalah buah dari proses,seperti ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu.